Akses Layanan Kesehatan Anak dan Ibu Ditingkatkan, DPMD Pastikan Pembangunan Posyandu Lanjut 2026
(Peresmian Posyandu Dusun Karya Tani Desa Batuah Kukar/pic:ist)
POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Setelah tiga tahun tertunda akibat pengetatan
anggaran, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara menegaskan
siap melanjutkan pembangunan posyandu pada 2026.
Tahun depan menjadi
momentum baru bagi desa-desa yang telah mempersiapkan lahan untuk fasilitas
kesehatan dasar tersebut.
Sejak 2023, rencana
pembangunan posyandu harus dihentikan sementara karena rasionalisasi anggaran.
Meski begitu, DPMD masih sempat membangun sekitar 60 hingga 70 posyandu di awal
periode sebelum kebijakan penghematan diberlakukan.
Kepala Dinas DPMD Kukar,
Arianto, menjelaskan bahwa kebutuhan posyandu di Kukar masih sangat tinggi.
Desa yang telah memiliki lahan siap bangun akan menjadi prioritas dalam
pengusulan dan pelaksanaan pembangunan 2026.
“Usulan dari desa dan
kelurahan masih banyak, dan yang lebih siap tentu yang sudah menyiapkan
lahannya,” ujar Arianto, Senin (24/11/2025).
Ia menegaskan bahwa DPMD
berkomitmen kembali mengusulkan pembangunan posyandu sesuai kapasitas APBD.
“Nanti sisanya tetap kita
dorong. Berapa pun yang bisa dibiayai daerah, kita siap laksanakan,”katanya.
Meski demikian,
pembangunan tidak dapat dipaksakan apabila kondisi fiskal daerah tidak
memungkinkan. Arianto menyebut seluruh sektor juga membutuhkan anggaran,
sementara dana bagi hasil dari pusat tengah mengalami penurunan.
“Kalau kemampuan keuangan
daerah tidak bisa meng-cover, ya tidak bisa kita bangun. Pertanian, kesehatan,
pendidikan semua butuh anggaran,” tegasnya.
Selain fisik bangunan,
pengadaan fasilitas posyandu juga akan mengikuti prinsip prioritas anggaran.
Seluruh kebutuhan akan dipenuhi bertahap sesuai ruang fiskal pemerintah daerah.
Mulai 2026, posyandu baru
di Kukar juga wajib menyesuaikan dengan standar terbaru. Permendagri
mengharuskan setiap posyandu memenuhi enam layanan Standar Pelayanan Minimal
(SPM), sehingga tidak ada lagi model lama yang minim sarana.
DPMD Kukar memastikan
bahwa pembangunan posyandu akan kembali berjalan dengan pendekatan realistis
mengutamakan desa yang siap lahan dan menyesuaikan kemampuan anggaran.
“ Harapannya, akses
pelayanan kesehatan ibu dan anak di Kukar dapat terus meningkat secara merata
di semua wilayah,” pungkas Arianto (Adv/Tan)